Posts

Showing posts with the label Penulis Tamu

Oligarki dalam Demokrasi

Image
Agus Hernawan KOMPAS, Jumat, 8 Juli 2011  Jang djadi wakilnja rajat didalam itoe raad, jaitoe: Bangsa kita jang toeroet menghamba kepada pemerintah (Pemerintah Kolonial Belanda, pen), alias orang jang tidak merdika dan tidak berani memehak kepada rajat jang soedah beratoesan tahoen menderita kesoesahan. Marco dalam Volksraad Apa yang disampaikan Mas Marco dan apa yang tengah terjadi di gedung-gedung Dewan Perwakilan Rakyat kita saat ini menggambarkan situasi yang paralel. Gaji yang tinggi plus fasilitas mewah yang diterima para anggota DPR ternyata tidak membuat mereka sadar pada peran, fungsi, dan kewajiban konstitusional selaku wakil rakyat. Dari lembaga yang menjadi simbol supremasi rakyat itu, kita malah menyaksikan sederet laku pengkhianatan berkali-kali. Laku pengkhianatan itu terkait dengan tiadanya etos distributif yang berhubungan dengan bagaimana menjaga kehormatan. Selain itu, tiadanya etos responsif yang berarti ketidakpekaan dan kurangnya keberpihakan pada permasal...

Racauku

Image
Devy Kurnia Alamsyah http://pemudatengik.blogdetik.com/ Hueekkkk… Semua yang kutelan tadi menyembur semua. Aneka warna. Tak perlu pula kudeskripsikan apa saja yang sudah kumakan tadi siang. Cukup aku saja yang menatap nanar sembari mengatur napas dan mengeluarkan yang tersisa. Jika masih ada. Mataku berair. Ada satu kelesat tak menyenangkan di setiap lendir, lalu aku lontarkan kembali ke mulut jamban. Tak perlu pula aku jabarkan lagi apa yang keluar tadi siang. Aku heran. Tubuh ini, akhir-akhir ini, tak lagi bisa diprediksi iramanya. Apa yang dikecap lidah terasa pahit. Apa yang masuk ke perut keluar kembali tak lama kemudian. Ada apa ini? Dua minggu makan tak teratur, kadang tanpa tidur, membuat potensi penyakit singgah sungguh tak terukur.

Dara Wita Anastasia

Image
Willy Aditya http://willy-aditya.blogspot.com/ Langit Jakarta mengharu-biru, digores lembayung kuning, orang-orang masih saja berotasi menyusun rumah dan surau. Aku berkemas untuk mengajak emakmu yang sedang berat, seberat perdebatan rumah dan surau bagi mereka yang sedang berotasi untuk menuntaskan identitas. “It’s the last battle!’ begitu jelas dan menancap di kepalaku. Itu bagi mereka yang di ambang senja. Tak hanya ungkapan tersebut yang berpendar di kepalaku, hal yang membuat aku terenyuh adalah “nek metu ne gede, opo mungkin ora ono pambrih ne!” ya, itu pula hukum alam yang selalu tertuang dalam sejarah!

Cerita Kakek, Cucu, dan Ananda

Image
: Tentang Kemerdekaa n Oleh: Pandu Birowo Cerita Kakek: Dulu waktu zaman penjajahan kakek pernah ikut berjuang untuk negeri ini Dengan bambu runcing di tangan kiri dan bedil di punggung, serta  sedikit keberanian untuk jadi tentara Dulu kakek cuma makan nasi jagung dan minum teh tubruk di dapur umum Sementara kata orang tentara penjajah  makannya roti dan keju serta minum tuak botolan dari luar Tapi kakek pantang mundur, Cu pokoknya negeri ini harus bebas